Pernahkan anda melihat ada orang yang menjatuhkan uang receh miliknya, cuek aja, tidak peduli, karena toh cuman uang receh. Sebagian orang bahkan malu menerima kembalian uang receh saat berbelanja. Lalu berkata "kembaliannya ambil aja"... Yee cuman uang receh. Klo mau disebut dermawan bukan gitu caranya, langsung aja kasih 50ribuan, baru keren. Inilah penyakit yang banyak diidap masyarakat saat ini. Penyakit meremeh kan uang. Berlagak kaya tapi miskin. Hal sederhana yang membedakan mental kaya dan mental miskin.
Saya pernah membaca kisah pendiri PT. National Panasonic, Alm. H. Thayeb M. Gobel, atau dikenal Pak Gobel. Beliau adalah seorang yang terkenal dermawan tapi tetap menghargai nilai uang walaupun hanya Rp. 100, tapi baginya sangat berarti. Jangan boros, tapi jangan pelit, begitulah budaya perusahaan yang beliau tanamkan. Sehingga mengantarkan perusahaannya menjadi salah satu perusahaan besar di Indonesia.
Menghargai uang, walaupun hanya uang recehan juga merupakan salah satu bentuk rasa syukur kepada Allah SWT. Jangan lagi meletakkan uang receh sembarangan, seolah-olah ia tidak berharga. Simpanlah uang tersebut daengan baik. Syukurilah karna itu merupakan rizki dari Allah SWT. Karena barang siapa bersyukur akan nikmatnya maka akan ditambahkan nikmat tersebut.
Jadi marilah mulai saat ini, kita jangan lagi meremehkan uang berapa pun jumlahnya. Jangan lagi kita berkata "Ah cuman 1000 perak", atau "Ah cuman 5000 aja". Jangan pernah. Karena kesuksesan itu merupakan rangkaian langkah-langkah kecil, dan ini merupakan salah satunya. Salam Sukses!!!
Jumat, 10 Juli 2009
Uang receh, indikator mental sukses
Label:
Mental Sukses
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar